Rabu, 30 Juli 2008

Journey to the Bonbin

Hari ini, mumpung libur dan kebetulan sudah muak dengan suasana kos yang itu-itu aja.
Jalan-jalan bareng ama anak-anak kos, mungkin alternatif satu-satunya daripada busuk di kos iya gak pren...

Dimulailah menyusun rencana, "bet-bet-bet...wus-wus-wus...kitik-kitik-semilikiti..."
(nb: "=proses jampi-jampi) akhirnya ditetapkan tujuan pengen ke bonbin.
Tujuannya sih bukan cuma menghilangkan penat, pernah dengar pepatah sambil menyelam minum air nah itu-tu yang paling penting. kali aja disana ketemu ama bidadari yang baru turun dari kahyangan, eh salah dari becak ding...hahahaa..

Dah siap-siap mw pergi, eh bensin dah tipis terpaksa mampir ke POM bensin Gejayan dulu. Mana ni udah akhir bulan, duit juga tinggal sisa-sisa kejayaan.
kayaknya besok puasa aja deh..hiks... abis isi full tank langsung menuju TKP. Sampai juga akhirnya di bonbin (baca;gembiraloka) setelah melewati perjuangan yang cukup berat.
Sudah seneng tuh, eh kok lihat kanan-kiri gak ada yang nyegarin mata. Ending cerita gak bakal bahagia nih...Dasar apes..

Masuk, ngeliahat sana-sini, udud, kebiasaan anak kos klo lagi jalan-jalan keluar. Dibawa santai aja coy.. ni hari kita bisa gila-gilaan...
Abis bete banget disana ngelihat pasangan-pasangan yang sedang memadu kasih...hiks.
Kapan ya AKU PUNYA.... dah ngebet ni tp cewe mana yang mw ama AKU.... LAh kok malah curhat masalah pribadi to..

Yaudah deh berhubung penulis sedang tidak konsen + bete.. Postingan di akhiri sampai disini saja...Klo ada temen-temen yang punya trik ngedeketin cewe boleh di share dunk ama aku. Di tunggu yah.....

Selasa, 29 Juli 2008

Mahalnya Bandwith Internet

Berhubung di tanah tumpah darah ku ini bandwith merupakan sesuatu yang mahal, sangat tidak mengherankan bahwa sumber informasi yang berasal dari dunia maya sangat terbatas pada segelintir orang yang mempunyai kocek yg tebal. Bagaimana tidak, untuk berinternet berlangganan saja dibutuhkan budget yang cukup menguras kantong. Berkisar 300 - 400rb rupiah perbulan, hampir sepertiga dari UMR daerah yang hanya sebesar 1 jt rupiah perbulan.

Dengan kondisi seperti diatas bagaimana teknologi informasi dapat berkembang!!!
Halah.... ada-ada saja negara ku ini. Pemerintah juga juga kurang memihak pada masyarakat, bagaimana tidak wong kebijakan yang dikeluarkan justru makin menyengsarakan rakyat.

Kmrn juga pemerintah janji menurunkan tarif internet sekarang mana buktinya, janjinya bulan juli ni udah akhir juli tapi tanda-tanda tarif internet turun justru tidak terdengar.....
Payah nih pemerintah bisanya cuma Omong Besar Doang, gak bisa kasih bukti yang konkrit.

Mudah mudahan aja pak menteri baca postingan ku, trus turunin tarif internet.
Wahahaa... sori ya pak bukannya mau bikin telinanga panas, cuman nagih janji kok...

Kamis, 17 Juli 2008

Renungan Bangkitnas

Dalam memperingati hari kebangkitan nasional indonesia, aktor kawakan Dedy Mizwar membacakan renungan yang harus sama-sama kita resapi.
Dalam banget nih kata-kata, mulai hari ini berubahlah untuk indonesia KITA..
Berikut isi dari renungan tersebut.

Bangkit itu SUSAH!Susah melihat orang lain susahSenang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut…Takut korupsiTakut makan yang bukan haknya

Bangkit itu Mencuri!Mencuri perhatian dunia dengan prestasi…

Bangkit itu MARAH!MARAH!!! Bila martabat bangsa dilecehkan!

Bangkit itu malu…Malu jadi benaluMalu karena minta melulu

Bangkit itu… Tidak ada!Tidak ada kata menyerah!Tidak ada kata putus asa!

Bangkit itu… AKU!Untuk Indonesiaku…

PS Bontang PKT profile

PS Bontang PKT (Persatuan Sepakbola Bontang Pupuk Kalimantan Timur) is an Indonesian football team located in Bontang, East Kalimantan in the island of Borneo.The homebase is Mulawarman Stadium, in PKT Housing Complex (PC VI), Bontang.

Bontang PKT prides itself as the most successful club to come out of Kalimantan. They were semi finalist of the Liga Indonesia I Dunhill in the 1994/1995 season and finalist in Liga Indonesia 1999/2000 season. PKT also build academy, it called Diklat Mandau or PKT Junior.

The club is originally formed as PS Pupuk Kaltim Galatama in 1987 and founded by PT Pupuk Kaltim. It went through several name changes (Pupuk Kaltim and PKT Bontang) before being known as PS Bontang PKT today. Bontang PKT also one team in Liga Indonesia, who never relegated from Divisi Utama Liga Indonesia. It also made some appearances in Asian Winners Cup and it first ever and last made by a club from Kalimantan.

Many Bontang PKT supporters called themselves Mandau Mania. Mandau is a type of sword used by the Dayaks who inhabit most parts of the Borneo island. Other small supporters are called Sintuk Mania and The Valcon.

Minggu, 13 Juli 2008

Telkomsel makin murah

Akhirnya Telkomsel merilis tarif gprs terbaru nya...
Kini Telkomsel Flash menyediakan Paket berbasiskan volume untuk pengguna kartu pra bayar (simPATI dan Kartu As). Lumayan lah skarang operator seluler mulai perang tarif gprs dari pada tarif telepon or sms yang dibanting harganya, mending tarif gprs nya jd para internet holic jg kebagian ngerasain enakny..... betul gak bro.....

untuk lebih jelasnya langsung aja ke TKP bro,...
http://www.telkomsel.com/web/hot_offering
sorry berhubung ane bukan bagian marketing telkomsel, jd mending lihat sendiri aja.
Ntar dikira promosi lagi....

Sip, mudah-mudahan ada operator seluler yang terprovokasi ama telkomsel jd dia ngebanting tarif gprs nya jg...... ayo nih mana Indosat, XL , ama IM2 kok adem ayem wae yo.....


Kamis, 10 Juli 2008

IPO PT Adaro

PT Adaro berencana masuk ke Bursa Efek Indonesia(BEI). Ada 2 hal yang akan menjadi diputuskan para investor saham wait and see or memborong habis saham Adaro. Karena dalam proses IPO masih ada gunjang-ganjing dengan persoalan hukum yang di hadapi Adaro.

Adaro masih dililit tuduhan melakukan transfer pricing. Dalam kasus itu, sejak 2001 Adaro menjual batubara kepada perusahaan yang terafiliasi, yakni Coaltrade Services International yang bermarkas di Singapura.

Sejak 2005, perjanjian baru antardua perusahaan terafiliasi itu menetapkan Coaltrade berhak membeli batubara dengan harga US$ 26 per ton dan US$ 29 setahun kemudian. Padahal, harga pasar batubara jauh di atas harga jual yang ditetapkan Adaro. Bahkan, per 2007, harga pasar mencapai US$ 95 per ton.

Hal itu menyebabkan nilai buku penjualan yang dicatatkan Adaro tidak sesuai dengan nilai riil harga pasar yang berlaku. Dari sinilah tuduhan transfer pricing bergulir. Hal itu juga membuat tanggungan pajak yang harus dibayarkan Adaro juga jadi lebih kecil.

Di pihak lain, pengamat pasar modal Indra Safitri membantah bahwa keluarnya pernyataan efektif berarti seluruh persoalan hukum perseroan sudah kelar.

"Pernyataan efektif keluar hanya karena seluruh informasi dalam prospektus Adaro sudah lengkap. Jadi, kasus hukumnya jelas belum tuntas," tegas Indra.

Indra menjelaskan, keluarnya pernyataan efektif bagi Adaro ini tidak menjamin posisi perseroan aman. Karenanya, ia mengingatkan, investor harus jeli dan hati-hati. Sebab, jika Adaro dinyatakan bersalah oleh pengadilan, investor bakal rugi.